"Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu."(QS.Muhammad:36). "Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."(QS.Ali-Imran:54). "Allah menyukai orang-orang yang sabar"(QS.Ali'Imran:146). "Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka"(QS.Al-Insan:24). "Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)"(QS.Ar-Ra'd:22). "Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah menjalankan urusan-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu" (QS.Ath-Thalaq:2-3).

Rabu, 14 Agustus 2019

Partial Least Square

Partial Least Square (PLS) adalah suatu metode yang berbasis keluarga regresi yang dikenalkan oleh Herman O.A Wold untuk penciptaan dan pembangunan model dan metode untuk ilmu-ilmu sosial dengan pendekatan yang berorientasi pada prediksi. PLS memiliki asumsi data penelitian bebas distribusi (Distribution-Free), artinya data penelitian tidak mengacuh pada salah satu distribusi tertentu (misalnya distribusi normal). PLS merupakan metode alternatif dari Structural Equation Modeling (SEM) yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan hubungan diantara variabel yang kompleks namun ukuran sampel datanya kecil (30 sampai 100), mengingat SEM memiliki ukuran sampel data minimal 100 (Hair et.al., 2010).

PLS digunakan untuk mengetahui kompleksitas hubungan suatu konstrak dan konstrak yang lain, serta hubungan suatu konstrak dan indikator-indikatornya. PLS didefinisikan oleh dua persamaan, yaitu inner model dan outer model. Inner model menentukan spesifikasi hubungan antara konstrak dan konstrak yang lain, sedangkan outer model menentukan spesifikasi hubungan antara konstrak dan indikator-indikatornya. Konstrak terbagi menjadi dua yaitu konstrak eksogen dan konstrak endogen. Konstrak eksogen merupakan konstrak penyebab, konstrak yang tidak dipengaruhi oleh konstrak lainnya. Konstrak eksogen memberikan efek kepada konstrak lainnya, sedangkan konstrak endogen merupakan konstrak yang dijelaskan oleh konstrak eksogen. Konstrak endogen adalah efek dari konstrak eksogen (Yamin dan Kurniawan, 2009).

PLS dapat bekerja untuk model hubungan konstrak dan indikator-indikatorya yang bersifat reflektif dan formatif, sedangkan SEM hanya bekerja pada model hubungan yang bersifat reflektif saja (Ghazali, 2006). Model hubungan yang bersifat reflektif berarti bahwa

  1. arah hubungan kausalitas dari konstrak menuju indikator.
  2. diantara hubungan indikator diharapkan saling berkorelasi.
  3. menghilangkan salah satu indikator dari model pengukuran tidak akan mengubah makna konstrak.
  4. menentukan measurement error (kesalahan pengukuran) pada tingkat indikator./li>

Sedangkan, model hubungan yang bersifat formatif berarti bahwa

  1. arah hubungan kausalitas dari indikator menuju konstrak.
  2. diantara hubungan indikator diasumsikan tidak saling berkorelasi
  3. menghilangkan salah satu indikator dari model pengukuran akan berakibat mengubah makna dari konstrak.
  4. menentukan measurement error (kesalahan pengukuran) pada tingkat konstrak.

Sebagai tambahan, hubungan yang bersifat reflektif menggambarkan indikator-indikator yang terjadi di dalam suatu konstrak yang bersifat laten (tidak bisa diukur secara langsung sehingga membutuhkan indikator-indikator untuk mengukurnya), sedangkan hubungan yang bersifat formatif menggambarkan indikator-indikator yang menyebabkan suatu konstrak bersifat emergen (ukurannya secara tiba-tiba muncul karena pengaruh indikator-indikatornya) (Vinzi et.al., 2010).

Evaluasi model PLS dibagi menjadi 2 evaluasi berikut.

  1. Evaluasi outer model (model pengukuran), meliputi nilai outer loading (valid ketika outer loading > 0,5 dan idealnya outer loading > 0,7), average variance extracted (valid ketika AVE > 0,5), dan composite reliability (reliable ketika CR > 0,8).
  2. Evaluasi inner model (model struktural), meliputi nilai latent variable correlations (valid ketika r > 0,5), path coefficients (jika r valid, maka path coefficients signifikan), dan R-square (R2 mengartikan keragaman konstrak endogen yang mampu dijelaskan oleh konstrak-konstrak eksogen secara serentak).

REFERENSI

[1] Ghazali, G. 2006. Structural Equation Modeling: Metode Alternatif dengan Partial Least Square. Semarang: Badan Penerbit Universiyas Diponegoro.
[2] Hair, J.F., Black, W.C., Babin, B.J., dan Anderson, R.E. 2010. Multivariate Data Analysis, 7th edition. NJ: PearsonPrentice Hall.
[3] Vinzi, V.E., Chin, W.W., Henseler, J., dan Wang, H. 2010. Handbook of Partial Least Squares : Concepts, Methods and Applications. New York: Springer-Verlag Berlin Heidelberg.
[4] Yamin, S. dan Kurniawan, H., 2009, Structural Equation Modeling: Belajar Lebih Mudah Teknik Analisis Data Kuesioner dengan LISREL-PLS, Buku Seri Kedua, Jakarta: Salemba Infotek.


<--DOWNLOAD_FILE_PARTIAL_LEAST_SQUARE-->

0 komentar:

Posting Komentar