Jumat, 02 Mei 2014

Uji Validitas dan Reliabilitas

Pada penulisan tentang Pengujian Instrumen Penelitian ini, penulis akan memberikan bahasan mengenai Uji Validitas dan Reliabilitas kepada para pembaca untuk memberikan pemahaman mengenai kriteria pengujian alat ukur seperti kuesioner. Kuesioner yang dimaksud adalah kuesioner yang terbentuk berdasarkan konstrak/faktor penelitian beserta indikator-indikator yang mengukurnya. Konstrak adalah variabel penelitian yang tidak bisa diukur secara langsung sehingga nilainya diukur melalui indikator-indikatornya, sedangkan indikator yang dimaksud adalah item-item pertanyaan/pernyataan yang dimasukkan kedalam kuesioner yang nilainya mengukur konstrak. Indikator-indikator ini diharapkan dapat mengukur konstrak dengan valid (akurat) dan reliable (dapat dipercaya).


Penerapan Uji Validitas dan Reliabilitas.

Pengujian Validitas dan Reabilitas biasanya digunakan untuk mengevaluasi item-item pertanyaan/pernyataan (indikator) yang mengukur konstrak/faktor penelitian dalam suatu kuesioner. Peneliti biasanya mengevaluasi item-item pertanyaan dalam kuesionernya dengan mengambil sampel kecil (30 sampai 50 responden) untuk dilakukan pengujian Validitas dan Reliabilitas. Jika suatu item pertanyaan tidak bisa lolos pengujian ini, maka item pertanyaan tersebut dapat dihapus atau diperbaiki struktur dan maksud kalimatnya. Evaluasi kuesioner ini dilakukan sampai semua indikator lolos pengujian Validitas dan Reliabilitas. Namun, ada beberapa peneliti yang langsung menguji kuesionernya dengan sampel lengkap sesuai penelitian yang mana item-item pertanyaan yang tidak lolos pengujian Validitas dan Reliabilitas langsung dihapus. Penggunaan pengujian ini biasanya tidak sekedar digunakan untuk mengevaluasi item pertanyaan dalam kuesioner. Pengujian ini juga digunakan untuk meyakinkan peneliti untuk penelitian lebih lanjut yang menggunakan konstrak/faktor sebagai variabel penelitiannya, seperti penelitian variabel-variabel psikologis/sosial yang menggunakan analisis regresi, analisis varian (ANOVA), atau statistika inferensi. Uji Validitas dan Reliabilitas konstrak ini diterapkan untuk data numerik (berskala interval atau rasio).


Pengujian Validitas.

Validitas adalah suatu tingkatan yang mengukur karakteristik yang ada dalam fenomena didalam penyelidikan[1]. Dalam penulisan ini, validitas yang digunakan adalah validitas konstrak yang merupakan tipe validitas yang mempertanyakan apakah konstrak atau karakteristik dapat diukur secara akurat oleh indikator-indikatornya. Validitas konstrak diukur dengan koefisien korelasi antara skor masing-masing indikator/item pertanyaan (Xj) dengan skor totalnya/faktor (X). Koefisien validitas diukur dari korelasi product moment kasar[3] atau korelasi Pearson yang dirumuskan sebagai berikut.

keterangan:
Xj = skor item ke-j untuk j = 1,2,...,k
X = skor total keseluruhan item
k = banyaknya item
n = jumlah pengamatan
Item pertanyaan (indikator) secara empiris dikatakan valid jika koefisien korelasi (r) > 0,50 . Ada juga peneliti yang menggunakan kriteria lain, yaitu indikator valid jika korelasi (r) ≥ rtabel dengan rumus rtabel[4] sebagai berikut.

Nilai df adalah degree of freedom (v = n – 2 ) dengan n adalah banyaknya pengamatan. Nilai ttabel adalah nilai t(α,v) yang merupakan nilai quantil dengan luasan kanan sebesar α di bawah kurva distribusi student-t dengan v = n – 2. Dalam statistika, Item pertanyaan (indikator) sebenarnya juga dapat dikatakan valid jika P-value ≤ α dengan α adalah taraf nyata yang ditentukan peneliti sebesar 1%, 5%, atau 10%. Terdapat perbedaan antara P-value dan α, yaitu P-value adalah probabilitas kesalahan yang dihasilkan dari proses pengujian sedangkan α adalah probabilitas kesalahan yang ditentukan oleh peneliti sebagai tolak ukur kesalahan yang ditoleransi. P-value adalah probabilitas kesalahan ketika H0 dapat ditolak berdasarkan Statistik Uji yang mana dirumuskan P-value = P(t ≥ thit) dengan thit adalah nilai statistik uji t. Pada software tertentu seperti SPSS, P-value dijelaskan dengan nilai Significant (Sig.).


Pengujian Reliabilitas.

Reliabilitas adalah suatu tingkatan yang mengukur konsistensi hasil jika dilakukan pengukuran berulang pada suatu karakteristik[1]. Pengujian reliabilitas dapat dihitung dengan menggunakan formula Cronbach’s alpha yang dirumuskan[2] sebagai berikut.

keterangan:
sj2 = varians skor item ke-j dengan j = 1,2,...,k
k = banyaknya item yang diujikan
sX2 = varians skor total keseluruhan item
Secara empiris, diberikan ketentuan[1] bahwa α < 0,6 mengindikasikan Reliabilitas konsistensi internal yang tidak memuaskan. Dengan kata lain, Reliabilitas konsistensi internal dapat diterima jika α ≥ 0,6 . Reliabilitas konsistensi internal adalah suatu pendekatan untuk menaksir konsistensi internal dari kumpulan item/indikator, dimana beberapa item dijumlahkan untuk menghasilkan skor total untuk skala/konstrak.


REFERENSI

[1] Malhotra, N.K. dan Birks, D.F., (2007), Marketing Research: An Applied Approach, 3rd European Edition, Harlow, UK: Pearson Education.
[2] Urbina, S., (2004), Essentials of Psychological Testing, New Jersey: John Wiley & Sons.
[3] Arikunto, S., (1999), Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, ed. Rev. IV, Yogyakarta: Rineka Cipta.
[4] Sugiyono, (1999), Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta.


<--DOWNLOAD_FILE_UJI_VALIDITAS_N_RELIABILITAS-->


<--DOWNLOAD_FILE_TABEL_STATISTIK:_r-tabel-->

0 komentar:

Poskan Komentar