Selasa, 22 Agustus 2017

Uji Validitas dan Reliabilitas

Pada penulisan ini akan diberikan bahasan mengenai "Pengujian Validitas dan Reliabilitas" untuk menguji keakuratan dan kehandalan suatu "Kuesioner" penelitian. Kuesioner yang dimaksud adalah kuesioner yang berisi item-item pertanyaan atau pernyataan yang mewakili indikator-indikator penelitian yang mengukur seberapa besar konstruk/faktor penelitian yang bersifat laten. Konstruk atau variabel laten adalah variabel penelitian yang tidak bisa diukur secara langsung sehingga nilainya diukur melalui indikator-indikatornya, sedangkan indikator yang dimaksud adalah item-item pertanyaan/pernyataan yang dimasukkan kedalam kuesioner yang nilainya mengukur konstruk. Indikator-indikator ini diharapkan dapat mengukur konstruk dengan valid (akurat) dan reliable (dapat dipercaya).


Penerapan Uji Validitas dan Reliabilitas

Beberapa Peneliti biasanya melakukan evaluasi terhadap item-item pertanyaan atau pernyataan dalam kuesionernya dengan menggunakan "Pilot Test". Hal ini dilakukan dengan cara mengambil sampel kecil (< 30 responden) untuk dilakukan pengujian Validitas dan Reliabilitas. Jika suatu item pertanyaan tidak lolos pengujian ini, maka item pertanyaan tersebut dapat dihapus atau diperbaiki struktur dan maksud kalimatnya. Pilot test ini dilakukan sampai semua indikator lolos pengujian Validitas dan Reliabilitas. Setelah lolos pilot test, dilanjutkan pengujian lapangan atau "Field Test" yang mana pengujian Validitas dan Reliabilitas dilakukan pada sampel lengkap. Namun, ada beberapa peneliti lain yang langsung menguji kuesionernya di lapangan tanpa pilot test dengan sampel lengkap (sesuai penelitian) yang mana item-item pertanyaan kuesioner yang tidak lolos pengujian Validitas dan Reliabilitas akan langsung dihapus. Penggunaan pengujian ini biasanya tidak sekedar digunakan untuk mengevaluasi item pertanyaan dalam kuesioner, melainkan juga digunakan untuk meyakinkan peneliti pada penelitian lebih lanjut yang menggunakan konstruk/faktor sebagai variabel penelitiannya, seperti penelitian variabel-variabel psikologis/sosial yang menggunakan analisis regresi, analisis varian (ANOVA), atau statistika inferensi. Uji validitas dan reliabilitas konstruk ini diterapkan pada data numerik yang memiliki skala likert, interval, atau rasio.


Pengujian Validitas

Validitas adalah suatu tingkatan yang mengukur karakteristik yang ada dalam fenomena didalam penyelidikan[1]. Dalam penulisan ini, validitas yang digunakan adalah validitas konstruk yang merupakan tipe validitas yang mempertanyakan apakah konstruk atau karakteristik dapat diukur secara akurat oleh indikator-indikatornya. Validitas konstruk diukur dengan koefisien korelasi antara skor masing-masing indikator/item pertanyaan (Xj) dengan skor totalnya/faktor (X). Koefisien validitas diukur dari korelasi product moment kasar[3] atau korelasi Pearson yang dirumuskan sebagai berikut.

keterangan:
Xj = skor item ke-j untuk j = 1,2,...,k
X = skor total keseluruhan item
k = banyaknya item
n = jumlah pengamatan
Item pertanyaan (indikator) secara empiris dikatakan valid jika koefisien korelasi (r) > 0,50 . Secara teori, indikator dikatakan valid jika korelasi (r) ≥ rtabel dengan rumus rtabel[4] sebagai berikut.

Nilai df adalah degree of freedom (v = n – 2 ) dengan n adalah banyaknya pengamatan. Nilai ttabel adalah nilai t(α,v) yang merupakan nilai quantil dengan luasan kanan sebesar α di bawah kurva distribusi student-t dengan v = n – 2. Ada juga peneliti yang menggunakan kriteria lain, yaitu item pertanyaan (indikator) dapat dikatakan valid jika P-valueα dengan α adalah probabilitas kesalahan yang ditentukan peneliti sebesar 1%, 5%, atau 10%. Terdapat perbedaan antara P-value dan α , yaitu P-value adalah probabilitas kesalahan yang dihasilkan dari proses pengujian sedangkan α adalah probabilitas kesalahan yang ditentukan oleh peneliti sebagai tolak ukur kesalahan yang ditoleransi. P-value adalah probabilitas kesalahan ketika H0 dapat ditolak berdasarkan Statistik Uji yang mana dirumuskan P-value = P(t ≥ thit) dengan thit adalah nilai statistik uji t. Pada software tertentu seperti SPSS, P-value dijelaskan dengan nilai Significant (Sig.).


Pengujian Reliabilitas.

Reliabilitas adalah suatu tingkatan yang mengukur konsistensi hasil jika dilakukan pengukuran berulang pada suatu karakteristik[1]. Pengujian reliabilitas dapat dihitung dengan menggunakan formula Cronbach’s alpha yang dirumuskan[2] sebagai berikut.

keterangan:
sj2 = varians skor item ke-j dengan j = 1,2,...,k
k = banyaknya item yang diujikan
sX2 = varians skor total keseluruhan item
Secara empiris, diberikan ketentuan[1] bahwa α < 0,6 mengindikasikan Reliabilitas konsistensi internal yang tidak memuaskan. Dengan kata lain, Reliabilitas konsistensi internal dapat diterima jika α ≥ 0,6 . Reliabilitas konsistensi internal adalah suatu pendekatan untuk menaksir konsistensi internal dari kumpulan item/indikator, dimana beberapa item dijumlahkan untuk menghasilkan skor total untuk skala/konstruk. Konsistensi internal yang baik ditunjukkan jika salah satu indikator dihapus maka koefisien alpha tidak akan lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Dengan demikian secara teori, indikator-indikator penelitian dikatakan sudah reliable jika nilai α pada indikator penuh bernilai lebih besar daripada nilai α ketika salah satu indikator dihapus. Dalam hal ini juga diharapkan α ≥ 0,6


REFERENSI

[1] Malhotra, N.K. dan Birks, D.F., (2007), Marketing Research: An Applied Approach, 3rd European Edition, Harlow, UK: Pearson Education.
[2] Urbina, S., (2004), Essentials of Psychological Testing, New Jersey: John Wiley & Sons.
[3] Arikunto, S., (1999), Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, ed. Rev. IV, Yogyakarta: Rineka Cipta.
[4] Sugiyono, (1999), Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta.


<--DOWNLOAD_FILE_UJI_VALIDITAS-DAN_RELIABILITAS-->


<--DOWNLOAD_FILE_TABEL_STATISTIK:_r-tabel-->

0 komentar:

Posting Komentar